
Penelitian diawali dengan menggisolasi bakteri asam laktat dari pekasam yang merupakan produk fermentasi ikan yang diberi garam dan difermentasi dengan nasi selama 7 -14 hari. Produksi asam glutamat menggunakan BAL terpilih diawali dengan kromatografi lapis tipis (TLC), diikuti dengan kuantifikasi menggunakan analisis spektrofotometri pada 570 nm dan kromatografi cair kinerja tinggi (HPLC). Isolat penghasil tertinggi (P1) kemudian diekstraksi DNA genomiknya, diamplifikasi PCR menggunakan primer 27F dan 1492R, diurutkan, analisis BLAST, dan konstruksi pohon filogenetik menggunakan metode Neighbor-Joining dengan 1000 replikasi bootstrap. Enam isolat LAB menunjukkan produksi asam glutamat. Di antara mereka, isolat P1 menghasilkan konsentrasi asam glutamat tertinggi (2,60 mg/mL). Semua isolat menunjukkan karakteristik LAB yang khas, termasuk morfologi basil Gram-positif, non-motilitas, katalase negatif, dan profil fermentasi gula yang bervariasi. Identifikasi molekuler mengkonfirmasi isolat P1 sebagai Lactobacillus plantarum. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa P1 adalah isolat penghasil asam glutamat tertinggi dengan produksi 2,60 mg/mL dan merupakan strain Lactiplantibacillus plantarum dengan nilai bootstrap 100%, berdasarkan analisis molekuler dan filogenetik berbasis gen 16S rRNA.
Terdapat 2 tahapan lagi yang akan diselesaikan pada penelitian ini :1) optimasi produksi asam amino glutamat menggunakan methode RSM pada berbagai sumber C, N, induser dan lama inkubasi; 2) aplikasi asam glutamat pada itik lokal menghilangkan aroma amis pada daging